Turki — Dua hari terakhir lumayan hectic, moving from one place to another. Exhausting and Exciting at the same time. Turki memang menyimpan banyak kisah mulai dari kejayaan Yunani, Romawi, Islam, maupun kisah2 kontemporer islam di Turki maupun relasi Turki dengan beberapa negara Eropa yang bertetangga langsung. Hal ini dirasakan pendamping HA. Thohir Yoga, M. Ed bersama 18 peserta didik MAN 2 Kota Malang selama 3 hari di negara Erdogan tersebut.

“Kisah-kisah tersebut banyak terhampar di situs2 kuno yang masih terawat dengan sangat baik, hal ini dilakukan dalam pengawasan pemerintah Turki dengan di dukung oleh seluruh rakyatnya yang sangat mencintai negaranya,” jelas Mr. Yoga pendamping internasional selama ini di Madrasah.

Ia setelah dari Ibukota Turki Istambul perjalanan diteruskan ke wilayah Provinsi Denizli. “Kami tiba di provinsi Denizli sudah malam setelah menempuh perjalanan yg lumayan jauh dari Istanbul. Setelah makan malam kami langsung istirahat di Pam Thermal Hotel.” ucapnya.

Usai malamnya bermalam bersama dengan 18 peserta di Madrasah Ia melanjutkan perjalanan mengunjungi Ephesus, kota pelabuhan kuno. ” Paginya, setelah sarapan dg menu-menu yang mulai familiar di lidah, kami bergegas melanjutkan perjalanan mengunjungi Ephesus, kota pelabuhan kuno yang reruntuhannya terpelihara dengan baik di Turki modern. Kota ini pernah dianggap sebagai kota Yunani terpenting dan pusat perdagangan terpenting di kawasan Mediterania. Ephesus terletak di Selcuk, provinsi Izmir.” jelasnya.

Mr. Yoga juga menceritakan bahwa warga didaerah tersebut banyak yang bisa menggunakan bahasa Indonesia. “Yang paling menarik di Ephesus adalah warga lokal banyak yg pandai berbahasa Indonesia karena ternyata wisatawan yg paling banyak berkunjung itu orang Indonesia dan Malaysia, terutama ketika mereka memilih paket umroh plus Turki bisa dipastikan mereka akan mampir ke Ephesus. Banyak juga rombongan pelajar dan mahasiswa dari banyak negara seperti rombongan kami yang juga berkunjung.” Ujar Mr. Yoga panggilan akrabnya di Madrasah.

Kemudia Ia bersama rombongan melanjutkan perjalanan dan makan siang ke wilayah Provinsi Afyon. “Kami lanjut ke provinsi Afyon untuk menikmati makan siang (late lunch) di Bimola, Dinar. Tetap dengan menu khas setempat yang sangat enak, sehat, dan halal. Anak-anak sudah mulai lahap menyantap makanan khas Turkiye.” ucapnya.

Setelah itu Dia dan rombongan melanjutkan perjalanan melewati Hierapolis dan tempat bersejarah lainya tapi memutuskan tidak mampir karena kami ingin segera sampai hotel sebelum sholat maghrib untuk beristirahat. Kami menginap di Hotel PAM Thermal, Denizli.

“Setelah kami makan malam beberapa anak-anak jalan jalan ke sekitar hotel ditemani tour guide, saya dan yang lainya memilih masuk kamar dan istirahat. And thats the end of day 2 of our Journey in Turkiye. ” ucapnya.

Pada Day 3 delegasi Madrasah memutuskan untuk menghabiskan di perjalanan dari Provinsi Denizli menuju provinsi Nevsehir where the iconic Cappadocia is located. It is a 700+km away trip.

“We travelled through provinsi Konya berharap bisa berziarah ke makam dan sekaligus mengunjungi museum legenda sastrawan islam, Jalaludin Rumi. Unfortunately, kami tidak bisa mampir karena sedang ada musim kampanye pilkada di sana sehingga banyak akses jalan ditutup.
Tapi kami tetap mampir ke beberapa tempat yg kami lewati. Kami makan siang di restoran Ozkan di Aksehir yang makananya enak banget. Aksehir sendiri masuk wilayah provinsi Konya. Agak sore kami berhenti di Kervansarai Market yang terletak di provinsi Aksaray.” jelas

Setelah itu kami langsung perjalanan langsung menuju Cappadocia. “Alhamdulillah jelang Maghrib kami sudah tiba di hotel Ramada, Cappadocia. Insyaallah besok Sabtu pagi kami akan menikmati wisata Hot Baloon di Cappadocia. This is the end of Day 3 trip in Turkiye. We will spend day 4 and 5 exploring Cappadocia and around. Stay tune.” Pungkas Mr. Yoga dari cerita perjalanan rombongan delegasi MAN 2 Kota Malang di negara Turki. (YG/Tim Humas)

MAN 2 KOTA MALANG - JUARA PRIMA

Postingan Terkait